Selasa, 21 Agustus 2018

Anak Kecil

Banyak yang bilang kalau hidup itu pilihan. Pilihan tentang pekerjaan, pilihan tentang apa yang akan dilakukan, pilihan tentang pasangan, pilihan tentang hobi, selera, termasuk pilihan untuk bersikap. Lingkungan acap kali memiliki peran untuk itu. Tanpa sadar, keadaan sekitar memaksa seseorang untuk menentukan pilihan.
Begini misalnya. Memilih untuk (belajar) menjadi dewasa dan mandiri ketika hidup jauh dari orang tua, sendirian tanpa pengawasan. Kemudian memilih untuk menjadi seperti anak kecil ketika kembali ke rumah. Mengapa? Karena konon katanya, orang tua akan selalu menganggap dan memperlakukan anaknya layaknya anak kecil, akan selalu khawatir dengan anaknya. Sampai kapan pun. Meski si anak sudah dewasa dan melalang buana kemana-mana. Meski dengan cara dan porsi yang berbeda. Jadi yasudah, sekalian saja. Manfaatkan. Selama masih bisa bebas untuk bermanja dan "menjadi" anak kecil, sebelum mengikuti jejak mereka menjadi orang tua. Yekan?
Misalnya lagi begini. Selama hidup dan tinggal bersama orang tua, tidak semua orang tua mau dan mampu mengerti apa yang benar-benar menjadi mimpi si anak. Seringkali mengarahkan pada sesuatu yang mereka anggap baik, dengan (mungkin agak) mengesampingkan apa yang dimaui  dan diminati anaknya sendiri. Memang maksud mereka baik, agar si anak memiliki masa depan yang cerah. Menurutnya. Maka tak jarang orang tua ingin sekali melihat anaknya sukses dengan standar yang diciptakan menurut pandangan (kebanyakan) orang. Padahal (menurutku yang sedang ingin ngoceh ini), sukses adalah ketika seseorang punya mimpi, punya target, kemudian tahu bagaimana caranya mewujudkan mimpi dan mencapai target itu.
Sukses bukan soal materi. Tapi ketenteraman hati juga perlu dimengerti. Terkadang memilih untuk tidak berdiplomasi akan lebih baik untuk menghormati dan menghargai perasaan orang tua, memilih memegang tanggung jawab moral akan lebih memunculkan rasa untuk berbakti. Dan memilih kembali menjadi anak kecil memang membahagiakan.

Sekian.
[Pict from Google]

Tidak ada komentar: