Tentang Mereka
Ay
Juni 03, 2018
0 Comments
Mengawali cerita kali ini, izinkan aku memperkenalkan mereka. Mereka adalah teman-temanku, saudara-saudaraku yang kebetulan sedang sama-sama singgah di Jakarta. Kami berasal dari daerah yang sama. Allah SWT memilihkan Jakarta sebagai tempat kami untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik, meniti karier dan masa depan yang lebih baik, lebih mandiri, lebih bersyukur, dan membanggakan orang tua dengan cara yang baik. Kebiasaan kami adalah mencari dan mendeteksi teman-teman yang berada di perantauan yang sama, untuk kemudian kami sesekali berkumpul, bercanda, bercerita, dan lebih mengenal satu sama lain.
Minggu, 29 April 2018
Ini adalah hari pertama pertemuan kami. Di siang hari yang sangat cerah, tiba-tiba salah satu dari mereka menghubungiku via whatsapp: "Lagi di Jakarta nggak?".
Spontan, aku bertanya-tanya dalam hati. Ada apa? Tumben sekali.
Kemudian ia melanjutkan: "Ngumpul yuk sama temen-temen yang lagi di Jakarta."
Ketika itu aku tidak langsung mengiyakan. Tapi aku tanya dulu, sama siapa aja. Dan poin pentingnya adalah, harus ada teman perempuan yang ikut juga. Karena aku nggak mau berada dalam satu perkumpulan, tapi disitu aku perempuan sendiri. Meskipun aku sudah mengenal sebagian besar dari mereka sejak masih remaja. Ya sekitar SMP-SMA lah. Setelah semua jelas, akhirnya kita sepakat dan aku memutuskan untuk bertemu dengan mereka di salah satu tempat makan di Kota Kasablanka.
Di situlah kita mulai bercerita. Kembali mengingat-ingat masa remaja dulu. Cerita-cerita konyol yang pernah terjadi di antara kita. Dan di antara mereka, ada satu orang yang sudah lama sekali tak kulihat. Dia teman TK-ku! Sebenarnya kami satu SMP juga dulu. Tapi selepas TK, kemudian melanjutkan ke SD masing-masing, dan sejak itu lah kami tidak bertemu di masa kecil selama 6 tahun. Barulah kemudian kami masuk di SMP yang sama. Kelas kami sebelahan, tapi kurasa dia lupa. Sedih ya. (halah)
Di perkumpulan itu, aku mencoba membuatnya ingat tentang masa kecil dulu. Aku tak langsung memperkenalkan diri dan mengaku. Aku tebak-tebak, aku lontarkan pertanyaan-pertanyaan tentang sebagian kecil dari hidup dia yang pernah aku tau dan aku masih ingat sampai sekarang. Dia bingung dong, temen-temen yang lain pun bingung. Katanya aku intel. Hahahaha
Yasudah, mengalir. Kami semua saling bercerita. Dan benar, di antara kami ternyata ada yang dulunya satu TK juga. Tapi baru ngeh sekarang. Lucu ya :)
Sampai kemudian kami berjalan ke masjid untuk sholat maghrib. Karena aku kalo jalan kaki itu super cepet, kata temenku kek orang buru-buru, jadi lah salah satu dari mereka memanggilku dengan nama panggilanku semasa SMP dulu (karena pas SMA, panggilanku beda. Pas kuliah beda lagi wkwk). Naaah disitulah si teman TK ku ini baru ngeh dan bertanya: "Jangan-jangan panggilanmu dulu (pas TK) itu ya?" dan aku baru bilang: "IYA. Hehehe" . Daaan akhirnya dia baru sadar dan ngeh.
Selesai sholat maghrib, kami kembali berkumpul sebentar. Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berpencar. Ada yang pulang, ada juga beberapa yang lanjut nongkrong. Dan aku memutuskan untuk pulang karena hari sudah malam.
--------------------
Jumat, 1 Juni 2018
Hari ini, kami kembali bertemu. Karena bertepatan dengan Bulan Ramadhan, jadi kami memutuskan untuk bersilaturahim pada waktu berbuka puasa. Ifthar jama'i. Buka bersama. Bukber katanya. Ada hal menarik dari pertemuan kali ini. Ada beberapa orang yang menginisiasi pertemuan ini, dan kami tidak memerlukan banyak diskusi. Tapi yang mengagumkan, beberapa orang dari kami yang belum saling kenal, tetap berangkat, berkumpul, dan akhirnya disitulah saling berkenalan (untuk beberapa yang belum kenal). Bertemu keluarga baru. Meskipun awalnya sempat ada yang canggung.
Bukber kali ini adalah yang sangat berkesan buatku. Sebentar memang, tapi berkesan.
Sebelum memutuskan untuk berangkat, ada kekhawatiran yang tiba-tiba saja muncul. Aku khawatir sholat maghrib akan mepet isya, dan sholat tarawih akan terlewat. Tapi ternyata, beberapa dari mereka sangat aware, sangat peduli dengan waktu sholat. Jadi mereka memilih tempat bukber yang dekat dengan masjid. Begitu adzan maghrib, minum, terus ke masjid buat sholat maghrib, abis gitu balik lagi buat makan. Dan sesegera mungkin mereka makan. Begitu masuk waktu isya, langsung kabur ke masjid. Sholat isya dan tarawih, tanpa takut ditinggalin sama temen-temennya pulang. Tapi ternyata, tanpa rencana, tanpa janjian dulu, sebagian besar dari kami nggak ada yang langsung pulang. Ada dua orang yang langsung pulang karena memang harus menempuh perjalanan yang agak jauh dan tidak bisa terlalu malam. Dan selepas tarawih kami kumpul lagi, baru foto-foto. That's why aku tidak berpikir panjang untuk bukber dengan mereka. Sebenarnya tempat bertemu ini lumayan jauh dari tempatku tinggal. Tapi selama ada beberapa orang (yang aku tahu) sangat aware, sangat peduli dengan waktu sholat, aku merasa aman. Dan terjamin.
Thanks yaa teman-temanku calon imam yang mengagumkan :) Semoga Allah SWT senantiasa memudahkan segala urusan kalian. Dan pertemanan ini, persahabatan ini tetap terjaga, saling support untuk hal-hal baik. Aamiin :)





