Sabtu, 18 Mei 2013

Allah SWT Menjawab Al-Fatihah Kita

Mei 18, 2013 0 Comments
Banyak sekali orang yang cara membacanya tegesa-gesa tanpa spasi, dan seakan-akan ingin cepat menyelesaikan shalatnya. Padahal di saat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah tersebut, ALLAH menjawab setiap ucapan kita.

Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu Wata'ala ber-Firman:
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk Hamba-Ku."

■ Artinya, tiga ayat di atas Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah Hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan Hamba-Nya.

■ Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi­Rabbil 'alamin". Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku."

■ Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Ra­him", Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengaagungkan-K­u."

■ Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin", Allah menjawab: "Hamba-Ku memuja-Ku."

■ Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”, Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku.

■ Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhooliin.”­ Allah menjawab: “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan Ku penuhi yang ia minta.” (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

■ Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat. Rasakanlah jawaban indah dari Allah karena Allah sedang menjawab ucapan kita.

■ Selanjutnya kita ucapkan "Aamiin" dengan ucapan yang lembut, sebab Malaikat pun sedang mengucapkan hal yang sama dengan kita.

■ Barangsiapa yang ucapan “Aamiin”-nya bersamaan dengan para Malaikat, maka Allah akan memberikan ampunan kepadanya. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Sahabat jika artikel ini bermanfaat silahkan dibagikan , sampaikan walau satu ayat .

Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam; "Siapa yang menyampaikan satu ilmu dan orang membaca mengamalkannya maka dia akan memperoleh pahala walaupun sudah tiada." (HR. Muslim)


sumber : Ikhwah Gaul

Minggu, 12 Mei 2013

Tipe Kepribadian

Mei 12, 2013 0 Comments
Florence Littauer, dalam buku Personality Plus, membagi tipe kepribadian menjadi empat, yakni sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Masing-masing tipe memiliki keunikan yang khas yang tidak dimiliki oleh tipe lain. Sebegitu khasnya, sampai kita bahkan akan bisa menilainya hanya dari penampilan dan gayanya saja.
Perbedaan kepribadian tidak boleh menjadikan kita saling mengolok atau merasa "lebih" dibanding yang lain. Masing-masing tipe memiliki kekuatan yang harus dioptimalkan dan kelemahan yang harus diminimalisir. Nah, agar lebih jelasnya, berikut ini adalah keempat tipe kepribadian yang perlu kamu ketahui.

1. Sanguinis

Orang sanguinis biasanya populer dan identik dengan popularitas, memiliki kepribadian yang menarik, menghidupkan suasana, suka berbicara, emosional, humoris, ingatan yang kuat akan warna, mampu berbicara dengan memukau, demonstratif, ekspresif, antusias, periang, penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, good performance-termasuk di panggung, lugu dan polos, berhati tulus, serta kekanak-kanakan.
Dalam hal pekerjaan, selalu siap menjadi sukarelawan untuk tugas apapun, selalu memikirkan hal-hal baru, tampak hebat di permukaan, kreatif dan inovatif, punya energi, cemerlang, menginspirasi orang lain, dan memesona orang lain untuk ikut bekerja.
Sebagai teman, orang tipe ini adalah teman yang baik. Ia mudah bergaul, gampang jatuh cinta, suka dipuji, menyenangkan, tidak pendendam, cepat minta maaf, spontan, dan tidak membosankan.
Kelemahan dari tipe ini adalah mudah bosan, bertele-tele, suka membesar-besarkan masalah (sehingga sering terjebak pada kebohongan). Orang tipe ini menyukai kesenangan dan berkepribadian memikat sehingga sering merasa tidak percaya bahwa ia bisa melakukan kesalahan. Terlalu banyak bicara, menceritakan segala sesuatu hingga mendetail, terlalu mementingkan diri sendiri, kurang peka, kurang perhatian pada orang lain, sering menyela pembicaraan, sering berbicara tanpa berpikir terlabih dahulu, memiliki teman yang selalu berubah-ubah, tidak tertib, dan kekanak-kanakan alias tidak dewasa.
Orang sanguinis biasanya menyukai pakaian berwarna-warni dan bermotif, menyukai dandanan yang bisa menjadikannya sebagai pusat perhatian, menyukai hiasan yang "ramai" untuk dipakai.

2. Koleris

Koleris adalah pribadi yang kuat. Ekstrovert, selalu optimis, dan pekerja keras. Memiliki bakat menjadi pemimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, senantiasa memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri. Ia senantiasa memancarkan keyakinan dan percaya diri, bisa menjalankan apa saja, motivator yang hebat, berorientasi pada target, detail, terorganisir dengan baik, cenderung untuk mencari pemecahan yang praktis, bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan, menekankan hasil, dan berkembang dengan persaingan. 
Orang koleris cenderung kurang butuh teman, lebih suka memimpin, dan biasanya memang bisa menjadi pemimpin yang diandalkan. Ia bisa unggul dalam keadaan yang darurat, bisa mengambil langkah-langkah pemecahan pada saat dibutuhkan.
Dalam pekerjaan, tipe ini adalah pekerja keras, ambisius dalam mengejar prestasi, tidak bisa bersantai-santai, tidak suka bermalas-malasan, dan selalu tegang. Ia akan menjadi semakin bersemangat jika berposisi sebagai pengendali alias pemimpin.
Kelemahan dari tipe ini adalah selalu sok unggul dan sering meremehkan orang lain, tidak sabaran, suka menasihati atau memberi solusi meskipun tidak diminta sehingga kesannya menjadi sok tahu dan sok care. Benci kekalahan, sok benar, arogan, sok kuasa, keras kepala, suka ceplas-ceplos, sulit menerima orang lain benar, juga sulit memahami kenapa orang lain tidak bisa menyesuaikan diri dengan dirinya. Uniknya, mereka mampu memanipulasi orang sehingga tunduk dibawah kendalinya. Rata-rata otoriter dan senang dengan pertengkaran. Ia juga sulit untuk minta maaf.
Ruang kerja orang koleris biasanya tanpa hiasan, lebih suka menggunakan benda-benda lama yang masih efektif daripada menggunakan benda-benda baru yang fungsinya sama saja.
Orang koleris bisa dikenali dari cara berjalannya yang mantap, cepat, dan penuh percaya diri, tidak suka membuang-buang waktu untuk sekedar melihat-lihat, sering berbicara dengan keras dan tegas. Lebih mementingkan fungsi, biasanya tidak terpikat dengan mode pakaian dan lebih suka memilih pakaian biasa yang baik tapi tahan lama, akan merasa tidak nyaman dengan pakaian berenda, kerut-kerut, dan pita. Mengusahakan agar perhiasannya minimum, hanya yang paling perlu saja.

3. Melankolis  

Tipe melankolis adalah tipe manusia sempurna. Introvert, pemikir, dan pesimis. Ia adalah orang yang mendalam dan penuh pikiran, analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, artistik dan musikal, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa, suka berkorban, penuh kesadaran dan idealis.
Dalam hal pekerjaan, biasanya berorientasi jadwal, perfeksionis, standar tinggi, sangat rinci, gigih, dan cermat. Tertib dan terorganisasi, teratur, rapi, ekonomis, peduli dengan masalah-meskipun remeh, pintar mencari pemecahan masalah secara kreatif, suka diagram, grafik, dan daftar.
Dalam pergaulan cenderung hati-hati dalam berteman, puas di belakang layar, menghindari perhatian. Namun ketika mendapatkan teman yang cocok, ia akan setia, siap menampung curhat, mampu memberi solusi, sangat perhatian dan siap memberikan "segalanya" untuk sahabatnya tanpa pamrih. Muda terharu oleh linangan air mata orang lain, cenderung mencari pasangan hidup yang ideal.
Tipe ini merupakan pemuja kesempurnaan, dan sangat mudah tertekan ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ia anggap sebagai kebenaran, meskipun itu hal sepele, seperti menyaksikan buku-buku yang berantakan.
Kelemahan melankolis adalah terkesan terlalu banyak memberi tuntutan kepada orang lain, khususnya orang-orang terdekat dalam hidupnya. Wajah orang melankolis rata-rata muram, selalu saja mencari-cari kesulitan, gampang sakit hati dan menikmati sakit hati itu. Biasanya minder.
Penampilan orang melankolis biasanya sempurna dan serba rapi. Bahkan ia akan benar-benar memperhatikan kelicinan hasil setrikaannya. Ruang kerja mereka juga sangat terorganisir dan rapi. Mereka memiliki rak khusus tempat segala hal harus diletakkan sesuai dengan jenisnya.

4. Plegmatis

Plegmatis adalah sosok yang damai. Sifatnya introvert, pengamat, dan pesimis. Ia rendah hati, mudah bergaul, santai, diam, tenang, sabar. Hidupnya konsisten, cerdas, simpatik, baik hati, menyembunyikan emosi.
Dalam pekerjaan, ia cakap dan mantap. Damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, tetap baik meskipun di bawah tekanan, serta mampu menemukan cara yang mudah. Menyenangkan, tidak suka menyinggung perasaan, pendengar yang baik, selera humor lumayan, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian. 
Tipe ini juga punya kelemahan. Plegmatis sangat butuh dimotivasi karena nyaris tak punya semangat, sulit melakukan perubahan-perubahan, dan sangat malas! Ia sering menunda-nunda pekerjaan. Ia nyaman dengan suasana yang jumud, yang bagi orang-orang sanguinis atau koleris sangat menyebalkan. Malas mencoba hal-hal baru, hidupnya monoton, biasanya lebih suka memendam keinginannya dalam-dalam, tak berani mengambil keputusan, cenderung plin-plan, dan sulit berkata "tidak". Itu karena ia tidak mau terlibat konflik dan tidak mau menanggung risiko. Namun jika ia sudah memiliki tekad untuk melakukan sesuatu, ai pasti akan melakukannya, dan tak seorangpun yang bisa mencegahnya.
Menemukan orang plegmatis secara visual mungkin paling sulit. Mereka adalah orang yang berada di tengah-tengah dan jarang memebrikan ciri yang khas, namun justru itulah ciri khas mereka. Damai dan tidak menonjol. Pilihan pakaian dan penampilan mereka pun biasanya sesantai yang dimungkinkan oleh situasinya. Terkesan sederhana dan apa adanya. Ia akan memilih warna-warna alami yang lembut dan longgar, menghindari warna-warna menyolok yang biasanya disukai oleh orang-orang sanguinis. Mereka tidak ingin banyak menarik perhatian dan suka berada di latar belakang. Gaya orang plegmatis biasanya mengalir dan apa adanya. Mereka seolah begitu ringan sehingga lewat tanpa menarik perhatian orang lain begitu saja.
Kadang tidak peduli apakah mereka mendapatan ruang kerja sendiri ataukah tidak. Mereka bahagia diman saja dan bisa menyesuaikan diri melakukan segala hal dimana saja. Jika mereka memiliki ruang kerja sendiri, biasanya rapi, suka meletakkan segala sesuatu di meja tulisnya sehingga ia bisa dengan mudah menjangkaunya.

Tipe yang manakah kamu? :) 


dikutip dari:

buku Psikogirly/Deasylawati P., editor., Khalatu Zahya- Solo. Indiva Media Kreasi, 2009
176 hlm.; 21 cm.
  

Kekuatan Maaf Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam

Mei 12, 2013 0 Comments
Seorang lelaki Arab bernama Tsumamah bin Itsal dari Kabilah Al Yamamah pergi ke Madinah dengan tujuan hendak membunuh Nabi Shalallahu alaihi wa sallam. Segala persiapan telah matang, persenjataan sudah disandangnya, dan ia pun sudah masuk ke kota suci tempat Rasulullah tinggal itu. Dengan semangat meluap-luap ia mencari majlis Rasulullah, langsung didatanginya untuk melaksanakan maksud tujuannya. Tatkala Tsumamah datang, Umar bin Khattab ra. segera menghadangnya yang melihat gelagat buruk pada penampilan orang tersebut.

Umar bertanya, “Apa tujuan kedatanganmu ke Madinah? Bukankah engkau seorang musyrik?”

Dengan terang-terangan Tsumamah menjawab, “Aku datang ke negeri ini hanya untuk membunuh Muhammad!”.

Mendengar ucapannya, dengan sigap Umar langsung memberangusnya. Tsumamah tak sanggup melawan Umar yang perkasa, ia tak mampu mengadakan perlawanan. Umar berhasil merampas senjatanya dan mengikat tangannya kemudian dibawa ke masjid. Setelah mengikat Tsumamah di salah satu tiang masjid Umar segera melaporkan kejadian ini pada Rasulullah.

Rasulullah segera keluar menemui orang yang bermaksud membunuhnya itu. Setibanya di tempat pengikatannya, beliau mengamati wajah Tsumamah baik-baik, kemudian berkata pada para sahabatnya, “Apakah ada di antara kalian yang sudah memberinya makan?”.

Para shahabat Rasul yang ada disitu tentu saja kaget dengan pertanyaan Nabi. Umar yang sejak tadi menunggu perintah Rasulullah untuk membunuh orang ini seakan tidak percaya dengan apa yang didengarnya dari Rasulullah.

Maka Umar memberanikan diri bertanya, “Makanan apa yang anda maksud wahai Rasulullah? Orang ini datang ke sini ingin membunuh bukan ingin masuk Islam!”

Namun Rasulullah tidak menghiraukan sanggahan Umar. Beliau berkata, “Tolong ambilkan segelas susu dari rumahku, dan buka tali pengikat orang itu”.

Walaupun merasa heran, Umar mematuhi perintah Rasulullah.

Setelah memberi minum Tsumamah, Rasulullah dengan sopan berkata kepadanya, “Ucapkanlah Laa ilaha illa- Llah (Tiada ilah selain Allah).”

Si musyrik itu menjawab dengan ketus, “Aku tidak akan mengucapkannya!”.

Rasulullah membujuk lagi, “Katakanlah, Aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan Muhammad itu Rasul Allah.”

Namun Tsumamah tetap berkata dengan nada keras, “Aku tidak akan mengucapkannya!”

Para sahabat Rasul yang turut menyaksikan tentu saja menjadi geram terhadap orang yang tak tahu untung itu. Tetapi Rasulullah malah membebaskan dan menyuruhnya pergi. Tsumamah yang musyrik itu bangkit seolah-olah hendak pulang ke negerinya. Tetapi belum berapa jauh dari masjid, dia kembali kepada Rasulullah dengan wajah ramah berseri.

Ia berkata, “Ya Rasulullah, aku bersaksi tiada ilah selain Allah dan engkau Muhammad..adalah Rasul Allah.”

Rasulullah tersenyum dan bertanya, “Mengapa engkau tidak mengucapkannya ketika aku memerintahkan kepadamu?”

Tsumamah menjawab, “Aku tidak mengucapkannya ketika masih belum kau bebaskan karena khawatir ada yang menganggap aku masuk Islam karena takut kepadamu. Namun setelah engkau bebaskan, aku masuk Islam semata-mata karena mengharap keredhaan Allah Robbul Alamin.”

Pada suatu kesempatan, Tsumamah bin Itsal berkata, “Ketika aku memasuki kota Madinah, tiada yang lebih kubenci dari Muhammad. Tetapi setelah aku meninggalkan kota itu, tiada seorang pun di muka bumi yang lebih kucintai selain Muhammad Rasulullah.”

Salam ’alaika ya Rasulullah…

اَللَّÙ‡ُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ آلِ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ÙƒَÙ…َا صَÙ„َّÙŠْتَ عَÙ„َÙ‰ Ø¥ِبْرَاهِÙŠْÙ…َ Ùˆَآلِ Ø¥ِبْرَاهِÙŠْÙ…َ Ø¥ِÙ†َّÙƒَ Ø­َÙ…ِÙŠْدُ Ù…َجِÙŠْدٌ، ÙˆَبَارِÙƒْ عَÙ„َÙ‰ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ آلِ Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ÙƒَÙ…َا بَارَÙƒْتَ عَÙ„َÙ‰ Ø¥ِبْرَاهِÙŠْÙ…َ Ùˆَآلِ Ø¥ِبْرَاهِÙŠْÙ…َ Ø¥ِÙ†َّÙƒَ Ø­َÙ…ِÙŠْدُ Ù…َجِÙŠْدٌ

“Ya Allah berikanlah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung. Dan berikanlah karunia kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan karunia kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Mahaterpuji lagi Mahaagung”. HR. Ahmad, Nasa’I dan Abu Ya’la dengan sanad shahih


sumber : Mozaik Islam

Kamu

Mei 12, 2013 0 Comments
Kehadiranmu, seperti gemericik hujan yang jatuh tanpa diiringi sang awan yang teduh.
Tiba-tiba, pesonamu menghiasi lembaran hidupku di hari itu.
Mengenalmu, seperti untaian butir-butir mutiara yang hendak dirangkai satu per satu.
Aku mengenalmu dengan perlahan, setingkat demi setingkat, hingga akhirnya aku merasa seolah sedang menata hati untukmu.
Mengagumimu, seperti terpana pada keindahan seberkas sinar mentari yang menembus sela-sela dedaunan.
Begitu indah. Itulah yang aku lihat dari lakumu yang selaras dengan parasmu.
Menyayangimu, seperti air yang sedang mengikuti alurnya, tanpa tau kapan ia akan berhenti menelusuri jejaknya.
Rasaku mengalir menujumu, tanpa pernah berpikir rasa ini akan sirna.
Mencintaimu, seperti kuncup bunga, yang tak seorang pun tau kapan ia mulai mekar.
Aku tak pernah tau jika teryata hatiku memihakmu.
Merindukanmu, seperti mimpi indah yang tak pernah terhapus dari daftar kenangan.
Aku takkan pernah lelah untuk selalu menyimpan rinduku untukmu.

Sabtu, 11 Mei 2013

Cinta Pandangan Pertama

Mei 11, 2013 0 Comments
Hmm mungkin agak lebay, hari gini ngomongin cinta pandangan pertama. Nggak penting banget nggak sih? -,- yaaa tapi norak dikit gapapa lah yaaa :p Kalian percaya nggak sih sama love at the first sight? Setengah percaya setengah nggak, atau bahkan nggak percaya sama sekali? Alah, muter-muter deh ah. Kalo aku nih, kalo aku, awalnya setengah percaya setengah nggak. Kenapa? Masak iya bisa cinta padahal baru pertama ketemu? Cintanya karena apa nih? Hmm yaaa tapi relatif sih. Haha. Tanpa sadar, ternyata aku pernah kena ini, love at the first sight! Bayangin! Wow! *lebay Pertama kali ngelihat dia, jujur, aku  terkesan sama kerennya. Pertama. Kedua, aku sangat sangat terkesan karena dia tu sopaaaan banget. Menghormati orang tua. Ini nih yang jarang dimiliki sama cowok-cowok jaman sekarang. *peace bro :p Aku rasa aku cuma terkesan karena face dan attitude. Tapiiii pas aku duduk di depan dia nih, jantungku dag dig duaarrr hebring nggak karuan. Aku salting pooolll, ngepol lah pokoknya. Nah, gara-gara ini nih aku jadi yaaa lumayan percaya laah sama cinta pandangan pertama. Dan rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama tu.....biasa aja. *haha bohong banget :p Yaaa pokoknya gitu lah. Kalo suatu saat nanti kalian kena ini, pasti tau deh perasaan kalian bakal kayak gimana. Tapi kayaknya sebagian besar dari kalian udah pernah hebring gara-gara hal ini deh. *sotoy
Kalo buat aku, nggak istimewa istimewa banget sih. Cuma yang bikin aku bisa nyebut istimewa tu daya tahannya. *apaan daya tahan. haha :D Dari cinta pandangan pertama tapi bisa bertahan lama, sampai sekarang dan nggak tau sampai kapan. Semoga selamanya deh. *amin Nah, sekarang ada pertanyaan baru nih. Apa mungkin cinta pada pandangan pertama itu bisa jadi cinta sejati? Mungkin.