Buku bacaan dan karya-karya fiksi sudah cukup menjadi teman dan tempat bermain buatku, yang tak terlalu suka keramaian, yang lebih nyaman dengan ketenangan dalam keheningan. Sering kali hanya bersedia lebur dalam keramaian karena tuntutan atau mungkin memang sedang butuh.
"Witing tresno jalaran soko kulino." --- Cinta berawal karena terbiasa. Iya, terbiasa bareng, terbiasa janjian, terbiasa curhat-curhatan, terbiasa pm-an, sampai akhirnya friendzone dan minta kejelasan. Hati-hati kelola hati dan cintanya yaa. Jangan sampai mabuk karena mencintai cinta yang salah.
Ada sesuatu yang pernah ku dengar. Ya. "Kamu, cerminan rumah kamu."
Sepertinya ungkapan itu benar. Karena pembentukan watak, sikap, dan kebiasaan berawal dari dalam rumah. Keluarga. Kalau terbiasa jujur di dalam rumah, maka di luar pun tak akan berpikir untuk berbohong, meskipun tak ada yang tahu persis apa niat yang sebenarnya. Pun jika di dalam rumah sudah ringan sekali untuk berbohong, maka di luar rumah tak ada beban untuk melakukan hal yang sama. Kebiasaan baik akan membawa pada hal baik. Pun sebaliknya.
Baca cerita fiktif, kadang perlu. Biar nggak capek mikir realistis terus. Apalagi idealis. Nggak selamanya realita itu berjalan seperti apa yang kita mau. Makanya sekali-kali perlu imajinasi. Yang menyenangkan. Apapun, asal nggak kelewatan. Puitis? Nggak masalah.
#edisicurhat #curhatsingkat
Terkadang memilih untuk bersikap cuek itu lebih menyenangkan, daripada harus memikirkan dan menanggapi omongan orang yang belum tentu tahu fakta yang sedang kita jalani. Di social media orang bisa menulis apapun. Jujur atau iseng. Entahlah. Hanya si pemilik nama yang tahu. Bukan tidak mungkin jika si pemilik nama hanya ingin mengikuti permainan. #edisicurhat #curhatsingkat