Ada kalanya kita dipertemukan dengan orang yang tidak kita kenal. Ada kalanya pulasuatu saat kita harus berpisah dari orang yang selama ini ada untuk mengisi hari-harikita.Pertemuan, pastilah berujung perpisahan. Entah sementara, entah selamanya.Namunsejatinya perpisahan bukanlah akhir dari segalanya.
Perpisahan akan mempertemukan kita dengan orang-orang baru, memberi cerita baru,atau bahkan menggantikan kisah lama menjadi kisah yang lebih berwarna. Perpisahanpula lah yang nantinya mengajarkan kita tentang keikhlasan dan arti sebuah kerinduanyang selalu tertahan, hingga seseorang yang kita rindukan akan datang dan kembalimenyapa. ---------------------------------------------------------
Note: Tulisan ini dibuat spesial atas permintaan seorang teman yang ingin menebar arti positif dari sebuah perpisahan. Just for you, Lina Liyana.
Harusnya sekarang mulai terang. Tapi sayangnya sang mentari sepertinya masih nyaman dalam persembunyiannya. Pagi ini sinar indahnya digantikan oleh tetesan dari langit. Kusambut pagiku bersama rintik hujan. Syahdu sekali. Tenteram rasanya. Gerimisnya romantis. Entah apa yang membuatku jatuh cinta pada gerimis. Tapi ia selalu berhasil menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan di setiap tetesnya.
Assalamu'alaykum teman-teman. Alhamdulillah hari ini tepat 21 tahun aku merasakan karunia Allah. Aku terlahir atas izin-Nya dan berkat perjuangan mama tercinta yang bertaruh nyawa demi buah hatinya. Aku bersyukur, Allah mengizinkan aku hadir di dunia ini dengan keadaan yang sempurna, dengan anggota tubuh yang Alhamdulillah lengkap dan berfungsi dengan baik. Selama 21 tahun aku hidup, masih banyak mimpi dan harapan yang belum tercapai. Ada banyak hal yang perlu ku benahi, aqidah dan akhlakku masih jauh dari sempurna. Aku masih harus belajar dan terus belajar untuk bisa menjadi manusia yang lebih baik, berusaha menjadi seorang muslimah yang taat, menjadi perempuan yang lebih dewasa dalam berpikir dan bersikap. Aku merasa beruntung karena Allah menempatkanku bersama orang-orang yang luar biasa. Allah menempatkanku dalam keluarga yang utuh dan harmonis. Kedua orang tuaku mengajarkanku untuk senantiasa mendekat pada-Nya, jangan sampai jauh apalagi meninggalkan Allah, sesibuk apapun urusan duniaku. Mereka selalu mengajarkanku untuk percaya bahwa Allah memiliki rencana dan ketetapan yang lebih indah. Semua yang terjadi adalah atas kehendak-Nya. Sejak kecil kedua orang tuaku selalu mengarahkanku untuk bersikap baik, sopan, dan bertutur kata yang tidak sembarangan. Aku bersyukur dan merasa beruntung karena sejak kecil mereka mengajariku untuk mandiri, berpikir sebelum bertindak, dan tidak mau memanjakanku. Mereka selalu memiliki cara untuk mendewasakanku. Satu hal yang selalu ku ingat, mereka mendewasakanku dengan tidak selalu memenuhi apa yang aku mau, dan selalu mengarahkanku untuk berpikir mana kebutuhan dan mana yang sekedar keinginan sesaat. Pun, aku beruntung memiliki dua adek yang istimewa. Mereka lah semangatku, sumber kekuatan sehingga aku tak pernah mau menjadi seseorang yang cengeng, berpikir seribu kali untuk mengeluh dan marah hanya karena hal yang tidak sesuai dengan apa yang aku mau. Karena mereka lah aku merasa punya tanggung jawab, terutama tanggung jawab moral. Aku tak boleh hidup "sembarangan" karena tak mau mereka menanggung malu atas perbuatanku, yang lebih parah lagi kalau mereka ikut-ikutan jadi "sembarangan". Aku ingin menjadi seorang kakak yang bertanggung jawab pada koridor yang benar, membuat mereka bahagia dengan cara yang baik dan diridhoi-Nya. :") Saat ini aku berada jauh dari orang tuaku karena harus menuntut ilmu dan hidup mandiri di kota orang. Lagi-lagi, Allah melimpahkan karunia-Nya yang begitu besar. Allah mengirimkan teman-teman, sahabat-sahabat yang baik. Alhamdulillah Dia mendekatkanku kepada mereka yang bersedia mengajak dan mengingatkan untuk taat dan dekat dengan-Nya. Terima kasih untuk kalian yang selalu ada, yang memberi perhatian dan mendoakan. Semoga Allah senantiasa melindungi kalian, memudahkan dan melancarkan untuk mencapai mimpi dan harapan yang ingin kalian capai. Aamiin.
Special untukmu yang kuinginkan untuk menjadi imamku kelak, semoga Allah selalu menjaga dan melindungimu. Kutunggu kau hadir atas izin-Nya dengan niat tulus karena-Nya. =D Tangerang Selatan, 1 Februari 2016