Minggu, 12 Mei 2013

Tipe Kepribadian

Florence Littauer, dalam buku Personality Plus, membagi tipe kepribadian menjadi empat, yakni sanguinis, koleris, melankolis, dan plegmatis. Masing-masing tipe memiliki keunikan yang khas yang tidak dimiliki oleh tipe lain. Sebegitu khasnya, sampai kita bahkan akan bisa menilainya hanya dari penampilan dan gayanya saja.
Perbedaan kepribadian tidak boleh menjadikan kita saling mengolok atau merasa "lebih" dibanding yang lain. Masing-masing tipe memiliki kekuatan yang harus dioptimalkan dan kelemahan yang harus diminimalisir. Nah, agar lebih jelasnya, berikut ini adalah keempat tipe kepribadian yang perlu kamu ketahui.

1. Sanguinis

Orang sanguinis biasanya populer dan identik dengan popularitas, memiliki kepribadian yang menarik, menghidupkan suasana, suka berbicara, emosional, humoris, ingatan yang kuat akan warna, mampu berbicara dengan memukau, demonstratif, ekspresif, antusias, periang, penuh semangat, penuh rasa ingin tahu, good performance-termasuk di panggung, lugu dan polos, berhati tulus, serta kekanak-kanakan.
Dalam hal pekerjaan, selalu siap menjadi sukarelawan untuk tugas apapun, selalu memikirkan hal-hal baru, tampak hebat di permukaan, kreatif dan inovatif, punya energi, cemerlang, menginspirasi orang lain, dan memesona orang lain untuk ikut bekerja.
Sebagai teman, orang tipe ini adalah teman yang baik. Ia mudah bergaul, gampang jatuh cinta, suka dipuji, menyenangkan, tidak pendendam, cepat minta maaf, spontan, dan tidak membosankan.
Kelemahan dari tipe ini adalah mudah bosan, bertele-tele, suka membesar-besarkan masalah (sehingga sering terjebak pada kebohongan). Orang tipe ini menyukai kesenangan dan berkepribadian memikat sehingga sering merasa tidak percaya bahwa ia bisa melakukan kesalahan. Terlalu banyak bicara, menceritakan segala sesuatu hingga mendetail, terlalu mementingkan diri sendiri, kurang peka, kurang perhatian pada orang lain, sering menyela pembicaraan, sering berbicara tanpa berpikir terlabih dahulu, memiliki teman yang selalu berubah-ubah, tidak tertib, dan kekanak-kanakan alias tidak dewasa.
Orang sanguinis biasanya menyukai pakaian berwarna-warni dan bermotif, menyukai dandanan yang bisa menjadikannya sebagai pusat perhatian, menyukai hiasan yang "ramai" untuk dipakai.

2. Koleris

Koleris adalah pribadi yang kuat. Ekstrovert, selalu optimis, dan pekerja keras. Memiliki bakat menjadi pemimpin, dinamis dan aktif, sangat memerlukan perubahan, senantiasa memperbaiki kesalahan, berkemauan kuat dan tegas, tidak mudah patah semangat, bebas dan mandiri. Ia senantiasa memancarkan keyakinan dan percaya diri, bisa menjalankan apa saja, motivator yang hebat, berorientasi pada target, detail, terorganisir dengan baik, cenderung untuk mencari pemecahan yang praktis, bergerak cepat, mendelegasikan pekerjaan, menekankan hasil, dan berkembang dengan persaingan. 
Orang koleris cenderung kurang butuh teman, lebih suka memimpin, dan biasanya memang bisa menjadi pemimpin yang diandalkan. Ia bisa unggul dalam keadaan yang darurat, bisa mengambil langkah-langkah pemecahan pada saat dibutuhkan.
Dalam pekerjaan, tipe ini adalah pekerja keras, ambisius dalam mengejar prestasi, tidak bisa bersantai-santai, tidak suka bermalas-malasan, dan selalu tegang. Ia akan menjadi semakin bersemangat jika berposisi sebagai pengendali alias pemimpin.
Kelemahan dari tipe ini adalah selalu sok unggul dan sering meremehkan orang lain, tidak sabaran, suka menasihati atau memberi solusi meskipun tidak diminta sehingga kesannya menjadi sok tahu dan sok care. Benci kekalahan, sok benar, arogan, sok kuasa, keras kepala, suka ceplas-ceplos, sulit menerima orang lain benar, juga sulit memahami kenapa orang lain tidak bisa menyesuaikan diri dengan dirinya. Uniknya, mereka mampu memanipulasi orang sehingga tunduk dibawah kendalinya. Rata-rata otoriter dan senang dengan pertengkaran. Ia juga sulit untuk minta maaf.
Ruang kerja orang koleris biasanya tanpa hiasan, lebih suka menggunakan benda-benda lama yang masih efektif daripada menggunakan benda-benda baru yang fungsinya sama saja.
Orang koleris bisa dikenali dari cara berjalannya yang mantap, cepat, dan penuh percaya diri, tidak suka membuang-buang waktu untuk sekedar melihat-lihat, sering berbicara dengan keras dan tegas. Lebih mementingkan fungsi, biasanya tidak terpikat dengan mode pakaian dan lebih suka memilih pakaian biasa yang baik tapi tahan lama, akan merasa tidak nyaman dengan pakaian berenda, kerut-kerut, dan pita. Mengusahakan agar perhiasannya minimum, hanya yang paling perlu saja.

3. Melankolis  

Tipe melankolis adalah tipe manusia sempurna. Introvert, pemikir, dan pesimis. Ia adalah orang yang mendalam dan penuh pikiran, analitis, serius dan tekun, cenderung jenius, berbakat dan kreatif, artistik dan musikal, filosofis dan puitis, menghargai keindahan, perasa, suka berkorban, penuh kesadaran dan idealis.
Dalam hal pekerjaan, biasanya berorientasi jadwal, perfeksionis, standar tinggi, sangat rinci, gigih, dan cermat. Tertib dan terorganisasi, teratur, rapi, ekonomis, peduli dengan masalah-meskipun remeh, pintar mencari pemecahan masalah secara kreatif, suka diagram, grafik, dan daftar.
Dalam pergaulan cenderung hati-hati dalam berteman, puas di belakang layar, menghindari perhatian. Namun ketika mendapatkan teman yang cocok, ia akan setia, siap menampung curhat, mampu memberi solusi, sangat perhatian dan siap memberikan "segalanya" untuk sahabatnya tanpa pamrih. Muda terharu oleh linangan air mata orang lain, cenderung mencari pasangan hidup yang ideal.
Tipe ini merupakan pemuja kesempurnaan, dan sangat mudah tertekan ketika melihat sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ia anggap sebagai kebenaran, meskipun itu hal sepele, seperti menyaksikan buku-buku yang berantakan.
Kelemahan melankolis adalah terkesan terlalu banyak memberi tuntutan kepada orang lain, khususnya orang-orang terdekat dalam hidupnya. Wajah orang melankolis rata-rata muram, selalu saja mencari-cari kesulitan, gampang sakit hati dan menikmati sakit hati itu. Biasanya minder.
Penampilan orang melankolis biasanya sempurna dan serba rapi. Bahkan ia akan benar-benar memperhatikan kelicinan hasil setrikaannya. Ruang kerja mereka juga sangat terorganisir dan rapi. Mereka memiliki rak khusus tempat segala hal harus diletakkan sesuai dengan jenisnya.

4. Plegmatis

Plegmatis adalah sosok yang damai. Sifatnya introvert, pengamat, dan pesimis. Ia rendah hati, mudah bergaul, santai, diam, tenang, sabar. Hidupnya konsisten, cerdas, simpatik, baik hati, menyembunyikan emosi.
Dalam pekerjaan, ia cakap dan mantap. Damai dan mudah sepakat, punya kemampuan administratif, menjadi penengah masalah, menghindari konflik, tetap baik meskipun di bawah tekanan, serta mampu menemukan cara yang mudah. Menyenangkan, tidak suka menyinggung perasaan, pendengar yang baik, selera humor lumayan, suka mengawasi orang, punya banyak teman, punya belas kasihan dan perhatian. 
Tipe ini juga punya kelemahan. Plegmatis sangat butuh dimotivasi karena nyaris tak punya semangat, sulit melakukan perubahan-perubahan, dan sangat malas! Ia sering menunda-nunda pekerjaan. Ia nyaman dengan suasana yang jumud, yang bagi orang-orang sanguinis atau koleris sangat menyebalkan. Malas mencoba hal-hal baru, hidupnya monoton, biasanya lebih suka memendam keinginannya dalam-dalam, tak berani mengambil keputusan, cenderung plin-plan, dan sulit berkata "tidak". Itu karena ia tidak mau terlibat konflik dan tidak mau menanggung risiko. Namun jika ia sudah memiliki tekad untuk melakukan sesuatu, ai pasti akan melakukannya, dan tak seorangpun yang bisa mencegahnya.
Menemukan orang plegmatis secara visual mungkin paling sulit. Mereka adalah orang yang berada di tengah-tengah dan jarang memebrikan ciri yang khas, namun justru itulah ciri khas mereka. Damai dan tidak menonjol. Pilihan pakaian dan penampilan mereka pun biasanya sesantai yang dimungkinkan oleh situasinya. Terkesan sederhana dan apa adanya. Ia akan memilih warna-warna alami yang lembut dan longgar, menghindari warna-warna menyolok yang biasanya disukai oleh orang-orang sanguinis. Mereka tidak ingin banyak menarik perhatian dan suka berada di latar belakang. Gaya orang plegmatis biasanya mengalir dan apa adanya. Mereka seolah begitu ringan sehingga lewat tanpa menarik perhatian orang lain begitu saja.
Kadang tidak peduli apakah mereka mendapatan ruang kerja sendiri ataukah tidak. Mereka bahagia diman saja dan bisa menyesuaikan diri melakukan segala hal dimana saja. Jika mereka memiliki ruang kerja sendiri, biasanya rapi, suka meletakkan segala sesuatu di meja tulisnya sehingga ia bisa dengan mudah menjangkaunya.

Tipe yang manakah kamu? :) 


dikutip dari:

buku Psikogirly/Deasylawati P., editor., Khalatu Zahya- Solo. Indiva Media Kreasi, 2009
176 hlm.; 21 cm.
  

Tidak ada komentar: