Harusnya sekarang mulai terang. Tapi sayangnya sang mentari sepertinya masih nyaman dalam persembunyiannya. Pagi ini sinar indahnya digantikan oleh tetesan dari langit. Kusambut pagiku bersama rintik hujan. Syahdu sekali. Tenteram rasanya. Gerimisnya romantis. Entah apa yang membuatku jatuh cinta pada gerimis. Tapi ia selalu berhasil menghadirkan kenyamanan dan kebahagiaan di setiap tetesnya.
Selasa, 02 Februari 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar