Ini adalah tahun terakhirku pada rentang waktu usia yang masih bisa dikatakan sweet. Ya, sweet eighteen. Yang pernah ku denger, ada yang bilang kalo umur yg bisa dikategorikan sweet adalah 16 sampai 18 tahun. Kenapa? Aku sih gatau alasan pastinya yaaa. Tapi menurut penerawanganku (halah), 16 sampai 18 tahun dikategorikan sweet itu karena di usia itulah anak-anak kecil yang pengen dianggap dewasa, tiba-tiba jadi ababil. Disini lah, masa-masa gajelas para abege. Kalo bahasa yang agak formal sih bisa dibilang proses menuju dewasa. Pendewasaan gitu lah yaaa. Whatever lah tentang apa yang menyebabkan sweet tiba-tiba muncul sebagai julukan.
Hm oke, yang pertama sweet 16. Sweet 16 ku, lewat. Gak ada apa-apa sama sweet 16 ku. Datar.
Yang kedua, sweet 17. Inilah sweet yg sepertinya paling diagungkan banyak abege. Ada apa dengan sweet 17? no comment! Sweet 17 ku ya biasa-biasa aja sih. Nggak ada acara khusus, apalagi perayaan sweet 17. Tapi, ada satu hal kecil yang mengisi satu baris di lembaran hari ultahku itu. Ada satu kado datang kepadaku (halah). Dan itu benar-benar satu-satunya kado di sweet 17 ku. Padahal, aku berharap ada kado terindah dari orang-orang yang aku sayang, tapi yaaa udah biasa, rasanya kayak tanggal lahirku itu nggak tercantum di kalender (ngenes banget).
Sweet 18 ku? Sama! Dan ini yang paling datar. Sedih? Enggak. Udah biasa. Haha
Dan tahun depan, masa sweet itu udah gak ada. Itu artinya, aku harus siap-siap meninggalkan segala kelabilan perlahan-lahan. Siap-siap stabil ! Bukan waktunya lagi untuk jadi ababil. Cukup 3 tahun ! Lalu, mempersiapkan diri dan berlari untuk bisa menempati posisi stabil tertinggi. Step by step, harus stabil !
Dewasa, girl ! Haha
Tidak ada komentar:
Posting Komentar